“Slametan” itu tidak haram dan tidak musrik

Standar

Slametan” itu tidak haram dan tidak musrik

Oleh: Arif wahyudi

Slametan dalam bahasa indonesia artinya keselamatan menurut pandangan orang suku jawa slamatan adalah suatu kegiatan masyarakat jawa asli dalam melaksanakan doa keselamatan kepada tuhan yang dilakukan secara bersama- sama, serta ada sajian beraneka ragam makanan khusus slamatan yang menurut orang jawa makanan tersebut mengandung filosofi/makna terkait jenis slamatannya, selanjutnya makanan tersebut di bagi rata dan di makan bersama- sama.

Kegiatan slamatan di lakukan ketika sanak saudara ada yang meninggal, pitongdinane( 7 hari setelah meninggalnya), petangpuluhe ( 40 hari setelah meninggal ), nyatuse( 100 hari setelah meninggal ), nyewune ( 1000 hari setelah meninggal ), hari- hari tersebut menurut pandangan orang suku jawa sangat baik untuk mendoakan orang yang meninggal, maka di hari- hari tersebut, masyarakat jawa asli atau asli keturunan jawa melakukan slamatan di rumahnya dengan mengajak sanak saudara, tetangga, kerabat untuk melaksanakan doa bersama- sama dan disediakan sajian makanan khusus untuk slamatan, pemimpin doa menafsirkan makna filosofi dari makanan tersebut terkait dari tujuan slamatan, kemudian doa bersama- sama, selanjutnya pembagikan makanan secara merata. Slametan juga di lakukan masyarakat jawa ketika saudara atau kerabat sedang bepergian jauh, dengan tujuan mendoakan agar ketika bepergian selalu mendapatkan keselamat dan perlindungan tuhan. Ada pula ketika hari neptu atau hari kelahirannya diadakan selamatan agar yang diselamati selamat dari gangguan setan,musibah, dan selalu mendapat perlindungan tuhan.

Di dalam kegiatan slametan ada pemimpin doanya, penulis tidak bisa mengungkap semua doanya dengan alasan tertentu, tetapi dari pengalaman penulis, penulis dapat menyimpulkan makna doanya yaitu mengartikan filosofi dari beraneka sajian makanan yang di sajikan, diantaranya yaitu tumpeng ( nasi gunung),apem ( kue ), ingkong ( daging ayam utuh yang dibentuk khusus ),telur dan lain- lain, semua itu mengandung filosofi dan tentunya filosofi itu bermakna positif/kebaikan terkait tujuan dari slamatan, dan doa terakhir yang diucapkan pemimpin slametan yang penulis artikan dalam bahasa indonesia yaitu “ semoga Allah memberi keteguhan, keselamatan, perlindungan dan disaksikan saudara yang hadir di sini” kemudian di jawab bersama- sama “amin” bagi yang muslim.

Jadi jika ada orang yang beranggapan bahwa slametan itu haram adalah itu tidak benar dan salah, orang yang mempunyai presepsi seperti itu adalah orang yang belum mengetahui secara mendalam tentang slametan. Di dalam agama islam sesuatu yang diharamkan adalah sesuatu tindakan yang dilarang agama islam, memang sepengetahuan penulis tidak ada surat dan hadis yang menyebutkan secara gamblang tentang diwajibkannya slametan, tetapi bukankah didalam islam menganjurkan untuk mendoakan orang yang meninggal dan menganjurkan untuk saling bersilaturahmi, menjalin kerukunan kepada orang lain. Ketahuilah bahwa makna dan tujuan dari slametan adalah mendoakan, dan makanan yang disajikan kemudian dimakan bersama- sama itu adalah bentuk suatu silaturahmi, kerukunan dalam hidup bermasyarakat dan tidak membeda- bedakan status, mana yang kaya mana yang miskin,yang tua dan yang muda, yang islam, yang hindu, yang kristen, buda, semua sama, karna makanan tersebut di bagi rata, tidak ada satupun yang tidak kebagian. Bisakah kita bayangkan kerukunan orang- orang tersebut, orang- orang yang melaksanakan slametan. Sungguh, jika selametan ini bisa dilakukan oleh seluruh manusia di muka bumi ini, penulis yakin akan terjalin kerukunan, kedamaian, ketentraman dll. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa slametan tidaklah haram.

Slametan juga tidak musrik, orang yang mengatakan kalau slametan itu musrik, maka orang itu masih belum benar- benar tau tentang slametan. Musrik dalam islam yaitu menyekutukan Allah, meminta selain allah, dll. dari penjelasan diatas sudah sangat jelas sekali, bahwa slametan tidaklah musrik. Seperti yang diucapkan pemimpin slametan yaitu “ semoga Allah memberi keteguhan, keselamatan, perlindungan dan disaksikan saudara yang hadir di sini” jelas dari ucapan tersebut ditujukan kepada Tuhan, dan bukan kepada iblis, setan, jin, dan lain- lain, mengenai sajian jenis jenis hidangan makan dalam slametan juga bukan ditujukan untuk jin, setan, iblis, kerbau, sapi, pohon, dll, karena jin tidak makan nasi, setan juga tidak makan nasi, kerbau tidak makan nasi, pohon tidak makan nasi, mungkin kucing yang doyan makan nasi, tetapi apakah mungkin makanan sebanya itu habis di makan kucing, jelas juga bukan untuk kucing, semua itu jelas buat manusia untuk menjalin kebersamaan dan tidak membeda- bedakan status. Jadi dapat disimpulkan bahwa slametan juga tidak musrik.

Penulis sedikit menambahkan ya….!!!!! Slametan itu bukan berasal dari agama lhoo….!!! tetapi slametan berasal dari karakter orang suku jawa asli, budaya orang jawa dan menjadi cirikhas orang jawa. Slametan bukan dari agama islam, karna islam berasal dari arab dan di arab tidak ada slametan, bukan juga berasal dari agama hindu karena di India juga tidak ada slametan, bukan dari agama Kristen katolik, karena budaya barat tidak mengenal hal- hal seperti itu, dan bukan dari agama budha karena di cina, tidak ada nasi yang mau dibuat jadi tumpeng.

Jadi jika anda merasa orang suku jawa sudah pastilah anda melakukan slametan….hahaha

 

Demikian artikel saya, Semoga saudara- saudara yang doyan baca artikel sederhana saya, mendapat pengetahuan dan wawasan yang bermanfaat

..AMIN..

 

Ditulis pada tanggal 06/02/2013

 

Dikususkan kepada orang- orang yang salah pandangan mengenai slamatan dan

Ditujukan kepada semua manusia yang lapar akan pengetahuan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s